Senin, Maret 24, 2008

Kecerdasan Qur'ani

Mungkinkah setiap orang dapat menumbuhkan kecerdasan Qur’an (Qur’anic Quotient)? Jawabannya : pasti MUNGKIN la yaaa!

quran5xj1eu4.jpg

Lalu apa sih kecerdasan qur’ani itu? Bagi setiap orang yang memproklamirkan dirinya sebagai seorang mu’min, haruslah sadar sepenuh hati, bahwa inilah kecerdasan yang menyeluruh, terpadu, terintegrasi secara sempurna. Karenanya Allah memberikan “titipan” ini kepada kita melalui seorang manusia yang ummi, yakni Muhammad bin Abdullah, Rasulullah SAW. So, apa dong defenisinya? Anda bisa menyimpulkannya sendiri setelah merenungi tujuh prinsip di bawah ini.

Prinsip pertama, mengawali segala aktifitas dengan basmallah.

“Sesungguhnya hasil yang dicapai seseorang tergantung pada niatnya” (HR : Imam Bukhari).

Prinsip kedua, menerima diri apa adanya

Salah satu ciri Ulil Albab dan Qur’anic Quotient adalah beriman sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya. Maka dalam melihat diri harus dengan kaca mata iman. Kita harus bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan, yaitu apa saja yang sesuai dengan yang kita inginkan. Sebaliknya, kita harus bersabar atas setiap musibah yang menimpa, yaitu apa saja yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

Prinsip ketiga, Memberikan yang terbaik.

Jika kita diberikan oleh seseorang, maka balaslah dengan sesuatu yang nilainya lebih baik dan tinggi dari yang diberikan oleh orang tersebut. Namun perlu diingat, jangan pernah merasa puas karena menganggap telah memberikan yang terbaik.

Prinsip keempat, lihatlah impian

Barang siapa akhirat menjadi impiannya Allah akan menjadikan kekayaan dan rasa cukup dalam hatinya, mengumpulkan yang tercerai berai darinya dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina. dan barang siapa dunia menjadi impiannya, Allah akan menjadikan kefakiran dihadapannya, menceraiberaikan urusannya dan dunia tidak datang kepadanya, kecuali yang telah disempitkan keapadanya.

Prinsip kelima, temukan potensi dan peluang diri

“Mu’min yang kuat, lebih baik dan lebih Allah cintai dari pada mu’min yang lemah. Walaupun keduanya tetap memiliki potensi.Seriuslah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu dan minta bantuan kepada Allah, serta jangan bersikap lemah.

Prinsip keenam, Rumuskan cara meraih impian

Iman itu bukan sekedar angan-angan kosong, bukan buah bibir, tapi tertancap dalam hati dan dibuktikan dengan tindakan (HR : Ad-Dailami) Rasulullah dengan sungguh-sungguh menegaskan kepada kita, bahwa sebuah impian harus ada tindakan nyata untuk meraihnya.

Prinsip ketujuh, Belajarlah dari pengalaman

Bukanlah orang yang cerdas, kecuali ia pernah tergelincir tetapi cukup sekali pada lubang tersebut jangan sampai dua kali bahkan lebih, bodoh namanya. Bukan pula orang yang bijak, kecuali berpengalaman. Begitulah pesan Nabi Muhammad SAW (HR : Imam Tirmidzi) Ini adalah isyarat dari nabi bahwa kita harus berani mencoba meskipun bisa jadi pada akhirnya itu sebuah kesalahan dalam mengarungi kehidupan ini.

(disarikan secara bebas dari Qur’anic Quotien: menggali dan melejitkan diri melalui al-qur’an: Udo Yamin Efendi Majdi)

Rabu, Maret 19, 2008

eBiZ Game

Hari ini anak-anak altilery ngikutin eBiz Game yang diadakan disekolah oleh PPM Management School. Asyik mungkin bargi anak-anak, karena kali pertama ngikutin lomba inteaktif disekolah dan kelihatannya sih enjoy. Mas Kemal dari PPM yang mandu lombanya. Buatku in sharing yang bagus, jadi bisa tambah informasi.

Mas Kemal dari PPM dan Mr. Sriyono dari SMA 74

Lumayan pesertanya banyak, dibagi dua gelombang. Quiznya sih bagaimana mengelola pendanaan lewat investasi yang tepat. Belajar mengelola perusahaan lewat game seperti ini kan belum pernah, jadi sangat bermanfaat buat anak didik.

Peserta lomba e-Biz Game, mix : IPS dan IPA kelas XI

Nah, setelah berjalan kurang lebih 1 jam setengah, pemenangnya adalah NAY, singkatan dari Nurul Azizi dan Yasawi dengan nilai 60 yang mendapatkan keuntungan 1,2 milyar. Selamat dan semoga bisa bersaing dengan 25 sekolah lainnya.


NAY, The Winner......

Selasa, Maret 04, 2008

Dicari : Sekolah Islam Murah Berkualitas!

Sebagai bangsa, kita patut bersyukur hingga detik ini diberi anugrah kedamaian. dibanding dengan kawasan Timur Tengah, apalagi belahan Afrika. Kedamaian tersebut mestinya sangat kondusif bagi bangsa ini untuk mengembangkan nilai-nilai luhur secara leluasa. Nilai-nilai luhur dimaksud akan sangat mungkin mendukung kemajuan dan kemajemukan Indonesia yang diharapkan.

Kalau kita bisa kilas balik sejenak, kita akan melihat dengan penuh kekaguman. Bahwa Indonesia pernah menjadi salah satu bangsa yang dihormati karena keluasan dan kekayaan khazanah keilmuannya. Tidak sedikit dari anak bangsa ini yang diakui keilmuan dan kepribadiannya, Imam Nawawi Al bantani, KH. Wahid Hasyim, KH. Ahmad Dahlan, Mohammad Hatta, Soekarno, Tan Malaka, Buya Hamka, Syafrudin Prawiranegara, Mohammad Husni Thamrin, dan masih banyak lagi. Hampir bisa dipastikan peran mereka dalam perjalanan bangsa ini. Pendidikan yang mereka peroleh bisa jadi tidak hanya dari bangku sekolah, namun juga tidak menafikan arti pentingnya latar belakang akademis. Mereka yang sebagian besar muslim, tentunya sangat membanggakan bagi kita, komunitas muslim Indonesia. Tidak diragukan lagi peran ummat islam dalam perjalanan sejarah Indonesia hingga saat ini.

Kini, Indonesia jauh tertinggal dengan negara Jiran, Malaysia dan Singapore. Apa yang salah dengan bangsa ini? Pendidikan kita semakin menjadi komoditas bisnis, apalagi dengan telah dibukanya kebebasan bagi negara lain untuk membuka instutsi pendidikannya di Indonesia. Bahwa pendidikan membutuhkan biaya, kita tidak menampik hal tersebut. Tetapi pendidikan menjadi komoditas bisnis, inilah masalahnya. hal ini juga yang sedang melanda pendidikan di dunia islam. Menjamurnya sekolah-sekolah dengan embel-embel terpadu, makin membuat biaya pendidikan membengkak. Seolah dengan tambahan kata terpadau sekolah tersebut sudah menjamin kualitas siswanya. Padahal? Sebuah fenomena yang memiriskan hati. Sebagian besar bangsa ini muslim, sebagian besar bangsa ini yang jelata adalah muslim yang secara ekonomi tidak akan mampu membiayai pendidikan pada sekolah-sekolah berlabel terpadu atau sekolah model, sekolah unggulan atau apalah namanya. Karena kita sama-sama tahu, sekolah-sekolah tersebut jor-joran mengiklankan diri dengan fasilitas serba baik, metode pengajaran serba bagus, lulusan serba unggul, pengajar serba berkualitas dan profesional, kurikulum hasil kawin dengan sekolah-sekolah luar negeri yang diakui secara internasional. Sebagai akibatnya, sekoalh-sekolah tersebut menuntut biaya yang "memadai" untuk operasionalnya. Dengan kata lain, sekolah berbiaya tinggi dan hanya orang-orang berkantong tebal yang bisa menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah tersebut.

Memang tidak semua sekolah Islam berkualitas berbiaya tinggi, namun mungkin bisa dihitung dengan sepuluh jari. Smart Eklensia, milik Dompet Dhuafa di Parung, SMP dan SMK Utama milik PLN di Gandul Cinere sebagian kecil sekolah cuma-cuma berkualitas dan terpercaya. Sebagian besar sekolah Islam berlabel terpadu, berkurikulum internasional atau berlisensi serba mahal. Di samping itu, dua sekolah gratis di atas diperuntukkan bagi siswa dhuafa tapi pandai. Bagaimana dengan anak-anak biasa saja? Sekolah pemerintah ? Dengan kondisi saat ini, rasanya tidak mungkin membina siswa yang biasa-biasa saja, gratis sekalipun. Perbandingan guru dengan siswa yang jomplang, tidak sebanding. Satu kelas ditangani satu guru dengan jumlah sekitar 40-an siswa. Gratis? perlu dipertanyakan juga kalau SD dan SMP milik pemerintah gratis, faktanya buku dan biaya tambahan lainnya tetap dipungut.

Lantas dimanakah sekolah Islam murah berkualitas? Adakah kesempatan untuk anak-anak muslim yang secara ekonomis orangtuanya termasuk golongan tidak mampu, anaknya biasa-biasa saja untuk menimati sekolah murah bahkan gratis dan berkualitas?

Selasa, Februari 26, 2008

Berguru ke Padang

Hari Jum'at 22 Februari 2008, keluarga besar SMA 74 Jakarta bertolak ke kota Padang. Kunjungan pertama kali ke kota ini bertujuan untuk menimba ilmu, sharing dan bertukar pengalaman dengan keluarga besar SMA 1 Padang.

Saat tiba di kota Padang, semua keheranan karena mampirnya bukan ke SMA 1 Padang melainkan ke kantor RRI Padang yang di sambut langsung oleh Direktur RRI-nya, Pak Mulyadi beserta staff dan keluarga. Wah....kejutan juga. Ternyata Pak Mulyadi adalah alumni SMA 1 Padang, dan kebetulan juga kakak ipar dari ibu Fahmidar yang juga alumni SMA 1 Padang.

Direktur RRI, Pak Mulyadi

Para Eksekutif Muda sedang khusyu mendengarkan sambutan
Direktur RRI Padang

SMA 1 Padang merupakan salah satu SMA favorit di kota Padang. Berdiri sekitar tahun 1917, didirikan oleh pemerintah Belanda. Lulusannya pada tahun 2008 banyak yang diterima di PTN, antara lain ITB sebanyak 74 orang, UNDIP 1 orang, UNPAD 34 orang, NTU Singapore 3 orang, UI 13 orang, dan masih banyak lagi.

Tampak depan SMA 1 Padang, Sumatra Barat

Siswa-siswa SMA 1 Padang menyambut guru-guru SMA 74 Jakarta

Ruang Bimbingan Penyuluhan Siswa


Wow... cantiknya si upik




Suasana Sharing di serbaguna room

Hal yang paling menarik bagi saya adalah, seluruh siswinya berkerudung meskipun bukan muslimah. Saat ditanya mengapa demikian, Kepala sekolah SMA 1 Padang menjelaskan bahwa untuk seluruh kota padang, siswinya diwajibkan berjilbab kecuali non muslim dan sekolah non muslim. Akan tetapi mengingat berjilbab banyak sekali manfaatnya, untuk siswa non muslim di SMA 1 Padang mengikuti aturan tersebut. Jadi selama hari efektif, seluruh guru dan siswanya berjilbab. Luar biasa kan......!!!

Kamis, Februari 21, 2008

Aset Yang Terabaikan


Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (St. Paul)


Li Pai adalah seorang bocah yang suka bermalas-malasan dalam belajar. Ia lebih senang bermain-main daripada menghabiskan waktunya untuk membaca atau menulis. Suatu hari, saat gurunya tidak masuk, Li Pai keluar dari kelas dan pergi bermain-main di tepi sungai. Ketika hendak menangkap ikan, ia melihat seorang nenek sedang memusatkan perhatiannya pada sebatang besi yang diasahnya di atas sebuah batu. Selama setengah hari, Li Pai memperhatikan nenek tersebut bekerja namun si nenek tetap saja mengasah batang besi tersebut. Li Pai menjadi sangat bingung. Penuh rasa penasaran, Li Pai pun bertanya, “Nenek sedang apa?”

Nenek yang sudah tua itu pun menjawab, “Saya sedang mengasah sebuah jarum untuk menyulam.” “Mengasah jarum? Batang besi sedemikian besarnya, mau diasah sampai kapan?” kata Li Pai penuh rasa heran. “Benar, nak!” ujar nenek sambil mengangkat kepala dan memandang Li Pai, “walaupun batang besi ini besar, namun jika terus diasah akan menjadi semakin kecil. Asalkan saya tidak berhenti mengasah, batang besi ini pasti akan menjadi jarum.” Mendengar itu, terbukalah mata hati Li Pai. Ia menjadi sadar betapa seringnya ia membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Saat itu juga ia mengambil komitmen untuk lebih tekun dalam belajar. Puluhan tahun kemudian ia pun dikenal sebagai seorang penyair besar.

Cerita tentang Li Pai ini seakan hendak “menyindir” begitu banyak umat manusia di muka bumi ini. Bagaimana tidak, terlalu sering kita menghabis-habiskan waktu dan energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif. Mulai dari sekadar tidur berlama-lama, melamun hingga berjalan-jalan tanpa tujuan yang pasti. Sebagian orang barangkali menyadari kesia-siaan tersebut namun tampaknya sebagian besar sama sekali tidak menyadarinya.

Salah satu aset berharga demi meraih kesuksesan hidup adalah waktu yang diberikan Tuhan kepada manusia. Selama kita masih hidup, kita selalu punya peluang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Saya rasa, Tuhan sangat adil karena semua manusia diberikan waktu 24 jam sehari. Bukankah tidak ada manusia yang diberikan waktu 23,5 jam sehari atau 25 jam sehari? Semua diberikan waktu yang sama namun bagaimana kita memanfaatkannya sepenuhnya tergantung kita.

Dalam berbagai seminar dan training saya selalu menegaskan bahwa salah satu hal mencolok yang membedakan orang sukses dan orang gagal adalah bagaimana mereka mengisi waktu mereka. Ketika orang-orang gagal sedang duduk sambil ongkang-ongkang kaki, orang-orang sukses telah memulai menabur dan bekerja keras. Itulah sebabnya ketika orang-orang sukses menuai, orang-orang gagal hanya bisa gigit jari, bahkan terkadang merasa iri.

Ketika memberikan training di sebuah toko buku besar di Jakarta, saya bertanya kepada para staf berapa banyak waktu yang mereka luangkan setiap hari untuk membaca. Anehnya, sebagian besar menjawab sama sekali tidak pernah. Alasannya sangat sederhana: tidak punya waktu. Kemudian saya balik bertanya, setiap hari berapa jam yang mereka habiskan di atas kendaraan umum untuk pulang pergi kerja. Umumnya menjawab satu hingga dua jam. “Nah, mengapa satu sampai dua jam itu tidak diluangkan untuk membaca?” tanya saya. Jika kita tahu mana yang penting dan merupakan prioritas maka kita lebih terdorong untuk melakukannya secara serius. Jika tidak, kita cenderung diombang-ambingkan oleh kehidupan dan membiarkan waktu berlalu begitu saja. www.pembelajar.com

TUJUH KIAT SUKSES

Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40 tahun terhadap orang-orang sukses. Yang dicoba ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan mengapa mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang masing-masing, dari olah raga, pendidikan, hingga pasar modal.

Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses? Berikut ada tujuh hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses:

1. Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.

4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.

Rasanya, Anda bisa juga mencoba. Siapa tahu Anda pun mampu mengikuti jejak mereka. (WWM/William J. Bond/Gde) www.indomedia.com

Senin, Januari 28, 2008

Kerviel, pialang 5 milyar

Seorang anak muda berpendapatan 100 ribu euro setahun, yakin bahwa dirinya telah menemukan formula transaksi yang baru. Dia dapat melakukan transaksi yang di luar kewenangannya di pasar dengan nilai hampir 50 miliar euro, atau sekitar Rp 690 triliun, atau setara dengan PDB Kuba atau Slovenia, atau kalau dibelikan mobil seharga Rp 1 miliar bisa dapat 690 ribu mobil!!! (kompas, 28 Januari 2008).

Sesuatu yang sangat luar biasa dilakukan oleh seorang Kerviel, atau tepatnya Jerome Kerviel.
Jerome Kerviel, yang telah menghanguskan uang Rp 67 triliun di tempat kerjanya, Societe Generale, salah satu bank terbesar di Perancis, tanpa disadari telah menjadi pahlawan, menurut The Independent, si manusia 5 miliar euro ini, secara tidak sengaja telah menyelamatkan dunia dari resesi.

Persoalannya, si anak 5 milyar ini telah mempermalukan bank terkemuka tersebut. Bagaimana tidak, bank yang sangat ketat tersebut mampu dibobol oleh seorang "pialang ingusan".

Menjadi pelajaran yang sangat berharga buat pemerintah di mana saja, terutama bank sentral agar tidak kecolongan seperti bank Societe Generale.

Awan Kelabu Pukul Satu

Hari ahad, 27 Januari 2008 rumah di Tj. Priok lagi rame dan sibuk-sibuknya mempersipakan segala sesuatunya, karena hari ini kami akan kedatangan tamu. Keluarga Fauzi bertandang ke rumah untuk meminang adik perempuan saya, Ratna Sari.

Tepat pukul 13.00 WIB prosesi pinangan berlangsung bertepatang dengan wafatnya seorang mantan presiden paling lama di republik ini, Soeharto.

Lepas dari persoalan yang membelitnya selama ini, Soeharto memang pemim[pin yang berjasa untuk pembangunan Indonesia era 70-an sampai dengan awal 90-an. Kita tidak bisa menafikan atas segala upayanya selama berkuasa memajukan negeri ini, meski untuk itu harus mengorbankan sebagian rakyatnya. Swasembada beras, teknologi canggih hasil besutan anak indonesia "Nurtanio" yang akhirnya bangkrut dan sumber dayanya menjual keahliannya ke negeri jiran, Malaysia. Bisa kita bayangkan sepuluh tahunke depan Malaysia akan menjadi salah satu negara pencetak pesawat terbang di dunia. Siapa pembuatnya, anak bangsa Indonesia yang tidak diberi tempat secara terhormat oleh pemerintahan yang berkuasa...!!

Kita tidak perlu lagi mengorek dosa-dosa Soeharto selama hidup. Akan tetapi persoalan yang ditinggalkannya perlu dicarikan solusi agar tidak berlarut dan menyisakan luka yang mendalam bagi yang merasa teraniaya. Hukum memang harus ditegakkan tetapi rekonsiliasi lebih penting ketimbang akhirnya menimbulkan persoalan baru, yakni perpecahan.

Bagaimana kalau anak-anak soeharto sedikit legowo, dengan memberikan harta yayasan yang dikelola soeharto dikembalikan negra kalau memang asal dananya dari negara (kita tentu tahu, pernah terjadi pemotongan bagi pns dan TNI (ABRI) sekian persen yang disumbangkan untuk yayasan-yayasan tersebut).

Selamat jalan Soeharto semoga damai di sana ........!!!!!!

Jumat, Januari 25, 2008

Meluruskan Niat dalam Mencari Ilmu

"Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya. Kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat seraya berfirman, sebutkan kepada-Ku nama (semua) benda ini, jika kamu yang benar! " (Q. S. 2 : 31).

MENGUASAI ilmu adalah bekal pertama yang Allah berikan kepada Nabi Adam. Dengan bekal ilmu, Nabi Adam dapat mengungguli para malaikat. Mereka tak bisa menjawab nama-nama yang Allah sodorkan kepada mereka. Sementara ketika disodorkan kepada Nabi Adam, ia dapat menjawabnya.

"Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh Engkaulah Yang Maha mengetahui, Mahabijaksana", demikian jawaban para malaikat yang tercantum dalam Q. S. 2 : 32.

Ilmu merupakan kunci meraih rida Allah serta kunci meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tanpa ilmu kita akan menjadi orang yang hina, orang yang tak memiliki apa-apa. Orang yang beribadah tanpa ilmu, akan lebih banyak madaratnya ketimbang maslahatnya. Kejayaan Islam akan kita raih, apabila semua penganutnya mencintai, memiliki dan mengamalkan ilmu yang dimilikinya.

Muhammad bin Fadhl, seorang ulama sufi yang zuhud berkata, Islam akan musnah oleh empat golongan manusia, yakni : tidak mengetahui apa yang seharusnya diketahui, mengamalkan apa yang tidak diketahui, tidak mengamalkan dan tidak mengetahui, menghalangi manusia untuk mendapatkan pengetahuan. Lebih lanjut, Ibnul Qayyim menjelaskan, golongan yang pertama adalah golongan para ulama yang tidak mengamalkan ilmunya. Golongan kedua adalah para ahli ibadah yang tidak berilmu. Mereka rajin beribadah tanpa menguasai ilmu ibadahnya. Kerusakan yang ditimbulkan golongan ini akan lebih banyak daripada maslahatnya. Golongan ketiga adalah orang yang tidak mau beramal karena tidak berilmu dan enggan mencarinya. Golongan keempat adalah orang-orang yang menjadi wakil iblis di bumi. Mereka menghalangi manusia yang hendak mencari ilmu dan mendalami agama.

Allah sangat menghargai orang-orang yang mau bersusah payah dalam mencari ilmu. Karena di dalamnya, selain akan memuliakan dirinya sendiri, orang yang mencarinya tergolong orang-orang yang tengah berjihad memuliakan agama-Nya di muka bumi ini.

"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Dan sesungguhnya para malaikat menundukkan sayap-sayapnya bagi para pencari ilmu karena rida terhadap apa yang dilakukannya. Sesungguhnya orang-orang yang berilmu itu benar-benar akan dimintakan ampunan baginya oleh siapapun yang ada di langit dan di bumi, termasuk pula ikan-ikan yang ada di lautan. Kelebihan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti kelebihan bulan purnama atas semua bintang gemilang, dan sesungguhnya orang-orang yang berilmu itu adalah para pewaris nabi, sesungguhnya para nabi tidak mewarisi dinar dan dirham, melainkan hanya mewarisi ilmu. Barangsiapa mengambilnya, dia telah mengambil bagian yang banyak" (H. R. Abu Daud, At Tirmidzy, Ibnu Majah dan Ahmad).

Untuk meraih semua keutamaan ilmu seperti yang disebutkan dalam hadis tersebut di atas, niat lillahi taala adalah kunci utamanya. Tanpa niat yang ikhlas, sia-sialah semua perbuatan kita, dalam arti takkan memiliki nilai apa-apa di hadapan Allah Swt. Karenanya sebelum kita berangkat mencari ilmu, modal utama yang harus kita miliki bukanlah harta tetapi niat kuat lillahi taala. Niat mencari ilmu untuk meraih rida-Nya serta mengagungkan agama-Nya. Jika niatnya lillahi taala Allah akan menjamin segala-galanya. Barangsiapa yang mencari ilmu karena Allah, maka Ia akan menjamin rezekinya. Demikian sabda Rasulullah saw. Sebaliknya semua kebaikan dalam mencari ilmu akan musnah, manakala niat ihlas tak terdapat di dalamnya. Hanya gelar-gelar duniawiah saja yang akan kita peroleh. Sementara di hadapan Allah tak ada nilainya sama sekali.

Kita harus senantiasa berlindung kepada Allah dari mencari ilmu yang sekadar untuk mendapatkan gelar atau memperoleh pujian dari manusia. Orang-orang yang seperti ini, takkan mendapatkan hidayah Allah, jangankan masuk surga, sekadar untuk mendapatkan harumnya surga pun takkan Allah izinkan.

Beberapa bulan terakhir ini, dunia pendidikan kita dikejutkan oleh beredarnya gelar-gelar instan, gelar-gelar palsu. Tak sedikit, para tokoh masyarakat yang seharusnya menjadi panutan orang awam, mengeluarkan uang jutaan rupiah sekadar untuk membeli gelar agar dapat menjadi embel-embel di belakang atau di depan namanya. Mereka tak mau bersusah payah untuk kuliah mencari ilmu sesuai dengan spesifikasi gelar yang dimilikinya. Mereka tak mau berpayah-payah membaca deretan buku untuk mempertanggung jawabkan keilmuannya.

Di dalam Alquran, Allah telah berjanji akan memberikan derajat lebih kepada orang-orang yang beriman dan berilmu. Di antara derajat yang diberikan kepada orang yang berilmu adalah memiliki wibawa. Salah satu wibawanya adalah terpancarnya "aura keilmuan" dalam dirinya. Tapi aura keilmuan tersebut takkan diberikan kepada orang-orang yang pura-pura telah mencari ilmu, sekalipun berjejer berbagai gelar akademis di belakang atau di depan namanya. Gelar yang dimilikinya tersebut "takkan menggigit" dan menarik. Malahan banyak mengundang pertanyaan khalayak, orang awam sekalipun, "benarkah gelar yang dimilikinya?"

Sudah sejak lama, Nabi saw mewanti-wanti kepada kita akan lahirnya generasi yang mencari ilmu untuk sekadar meraih gelar. Sekadar untuk mendapatkan wibawa semu, sekadar untuk membuat orang terperangah dengan gelar yang dimilikinya. Namun sebenarnya hanyalah tong kosong yang nyaring bunyinya.

Ketika Rasulullah saw ditanya tentang kedudukan orang yang berhijrah selain karena Allah dan Rasul-Nya, beliau mejawab, ia hanya akan memperoleh apa yang telah diniatkannya. Jika karena Allah dan Rasul-Nya, ia akan beruntung memperoleh kebaikan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya jika bukan karena Allah dan Rasul-Nya, ia tak akan mendapatkan rida dan pahala-Nya.

Para pencari ilmu akan meraih segala-galanya, jika di hatinya terdapat niat lillahi taala dan meraih rida-Nya. Sebaliknya, jika tidak ada niat seperti itu, takkan mendapatkan apa-apa. Jangankan di akhirat, di dunia saja ia hanya mendapatkan kemadaratan. Salah satu bentuk kemadaratan adalah hilangnya barakah dan gelisahnya hati. Bukankah pada saat ini, mereka yang memiliki gelar palsu tengah merasa gelisah dengan gelar yang dimilikinya? Di manakah barakah, wibawa ilmu, dan ketauladannya yang akan diberikan kepada orang awam?

Rasulullah saw. bersabda kepada Al Harits bin Umaraih , "Jika umurmu panjang, kalian akan menghadapi suatu masa yang pada masa itu banyak sekali juru khutbahnya (ahli ceramah, ahli pidato) tetapi sedikit ulamanya, banyak orang yang meminta tetapi sedikit yang mau memberi. Kesenangan nafsu pada masa itu merupakan penuntun dalam menuntut ilmu" (Imam Al Ghazali dalam Minhajul 'Abidin).

Lalu apakah jual beli gelar palsu, jual beli ijazah dan mafia-mafia lainnya dalam dunia pendidikan merupakan sinyalemen yang diprediksikan Rasulullah saw.? Kapan sinyalemen yang disebutkan Rasulullah saw. akan terjadi ?

"Nanti apabila orang-orang sudah jarang melaksanakan salat berjamaah, uang sogok (suap menyuap, kolusi) diterima hampir dalam setiap bidang, dan agama dijual dengan harga murah dari harta dunia", demikian lanjutan hadis tersebut di atas.

Apakah pada saat ini, sinyalemen tersebut tengah terjadi di sekitar kita ? Wallahu'alam. ***

Oleh ADE Sudrajat, penulis, Ketua DKM Nurul Hidayah Kampung Pasar Tengah Cisurupan Garut.

Kamis, Januari 24, 2008

THE BEAUTIFUL - VS- THE UGLY MUSLIM

Bismilahirrahmanirr ahiim.

Saya berlindung kepada Allah dari tipudaya setan yang terkutuk.
I seek the refuge in God, from satan the rejected.
Atas Nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
In the name of God, Most gracious and Most Merciful

Allah yang Maha menggenggam hidup kita. Dia Allah yang menghidupkan dan mematikan. Dialah Allah memberikan kebebasan untuk memilih dari banyak pilihan. Allah memberikan hadiah surga bagi yang mengikuti perintah-perintah- Nya. Allah menyediakan tempat neraka bagi yang melanggar-Nya.

Siapakah yang membangunkan kita di pagi hari, setelah tidur sepanjang malam dengan tenang? Bukannya kita mengucapkan terimakasih dan bersyukur setelah bangun, tapi langsung saja ke kamar mandi mencuci muka atau mandi bersiap untuk pergi bekerja.

Bukannya kita mengucapkan terimakasih kepada yang memberi air, tapi langsung saja berpakaian dan kemudian minta kopi atau serapan pagi. Bukannya kita mengucapkan terimakasih dan bersyukur kepada yang memberi makan dan kopi panas, tapi kita terus saja pergi ke pintu memakai sepatu, siap untuk berangkat kerja.

Manusia demikian asyiknya dengan kehidupannya sehingga ia lupa bahwa dari hari ke hari, dari saat ke saat, ia makin mendekati maut. Maut tidak mengenal besar kecil, tua muda, miskin kaya, pangkat tinggi rendah. Semuanya akan didatangi maut apabila waktu yang ditentukan sudah tiba. Allah memberi peringatan:

“Tiap-tiap yang bernyawa akan mati." (QS.29:57). Dan maut adalah ujung dari tiap perjalanan hidup atau tour di bumi Allah. Maut tidak mungkin dipercepat dan diperlambat dengan jalan apapun, (QS.4:78).

Kita disuruh untuk datang melayat ke rumah keluarga atau teman yang meninggal dengan maksud selain hubungan silaturrahim, juga untuk mengingat bahwa kita suatu waktu akan mati pula.

Kita melihat mayat terhantar di depan kita, masih lengkap dengan anggota badannya, lengkap dengan panca indra di kepalanya. tetapi semua itu sudah tidak bergerak lagi. Semua sudah sunyi, walaupun ia diseru oleh orang yang dikasihinya.

Tidak hendak bercerai dengan dia tetapi sebentar lagi badannya akan menjadi busuk, tidak mau di simpan lagi, sehingga haruslah lekas-lekas dikuburkan di lobang tanah yang sempit lagi gelap. Kemudian satu persatu meningalkannya sendirian. Ketika mereka sudah pergi, tidak akan pernah lagi bertemu untuk selama lamanya.

Selesai sudah kita sebagai kekasih, sebagai suami, sebagai istri, anak, dan saudara, sebagai teman yang terdekat, bos yang tersayang, sebagai ulama yang bijak dan sebagainya.

Dari sini hendaknyalah kita menginsafi, inilah akhir dari perjalanan hidup manusia. Inilah akhir kehidupan di dunia. Ketika melayat ke tempat orang meninggal mudah-mudahan timbul keinsyafan dalam kesadaran kita, agar sisa hidup yang masih tinggal, dapat kita pergunakan sebanyak-banyaknya untuk berbuat baik atau berkarya bermanfaat untuk orang banyak.

Kalau punya rezeki banyak marilah kita gunakan untuk berkarya dan membantu orang lain.
Kalau punya ilmu marilah kita ajarkan ilmu itu kepada orang lain, dan bukukanlah ilmu itu, sebarkan sebanyak mungkin agar banyak manfaatnya bagi orang lain.

Jika lebih banyak lagi uang, bangunlah sarana-sarana umum yang bermanfaat banyak untuk orang lain, apakah itu sekolah, masjid, rumah sakit, pertaniaan, perkebunan, jalan, pabrik, dan lain-lain. Perbuatan seperti inilah yang akan menjadi amal saleh atau pahala yang dicatat oleh malaikat, dan inilah yang akan membantu masuk surga.

Hendaknyalah kita jangan seperti binatang domba di hari korban. Waktu seekor domba disembelih dan mati kesakitan, teman dekatnya yang berada satu meter darinya, diam-diam saja, sambil menyantap makan rumput. Matanya dan pikirannya tidak digunakannya, sedangkan satu menit lagi giliran domba itu yang akan disembelih. Na’uzhubillah. ...

Apakah kita yang diberi akal dan diberi tugas-tugas oleh Tuhan akan demikian pula? Marilah kita renungkan. Jika tidak, apa yang semestinya kita lakukan? .

Rasul bernasehat kepada semua muslim dan muslimat, setiap muslim haruslah bekerja keras dan sungguh2 kepada ALLAH dan menutut ilmu sebanyak2nya agar bisa membangun masarakat yang islami,pradapan yang maju, tidak seperti manusia2 yang tinggal dihutan2 itu, tidak seperti manusia2 yang tidak beriman kepada ALLAH.

Hasil2 dari kerja sungguh2 dan menuntut ilmu2 yang banyak bermanfaat,maka setiap muslim akan meninggalkan warisan2 yang banyak untuk generasi berikutnya.

SEBAIK BAIK MUSLIM.
Inilah nasehat Rasul seperti dibawah ini: Ada 3 hal warisan2 yang akan menambah pahala2 atau melancarkan kita masyuk syurga, setelah kita meninggal dunia ini yaitu;

1. Meninggalkan anak2 yang beriman dan bertaqwa. Hanya anak2 yang beriman dan bertaqwa itulah yang akan mendapat syurga dunia dan akirat.QS.49: 13.

2. Meninggalkan ilmu2(buku2) yang bermanfaat untuk generasi berikutnya.

3. Meningalkan harta yang banyak bermanfaat untuk generasi berikutnya;seperti meninggalkan karya2; membuat sekolah2, rumah2 sakit, mesdjid2, fabrik2 pengolahan2 bahan2 baku yang diberikan oleh ALLAH, sehingga hasil2 Fabrik tersebut bermanfaat untuk umat manusia.QS.57: 25.

Kalau seorang muslim sudah berkerja keras untuk ALLAH dan sukses,tiba- tiba ia meninggal, semua harta dan ilmunya itu akan menambah pahala2 selama warisan2nya itu masih bermanfaat untuk masarakat banyak.

Kalau seorang muslim lalai bekerja,lalai mengikuti perintah2 ALLAH,inilah yang disebut manusia domba. Dia tidak sadar akan mati,hidupnya bersantai2 dan tidak ingin meninggal warisan2 yang banyak kepada generasi berikutnya.

SEBURUK BURUK MUSLIM
adalah meninggalkan anak2 atau generasi berikutnya dalam keadaan lemah (lemah iman dan ekonomi,alias miskin),sebagaimana ALLAH peringatkan dlm Al quran QS.4:9.

Hadits; ALLAH lebih senang muslim yang kuat(iman dan ekonominya) dari Muslim yang lemah.HR Muslim

Setelah perjalanan ditutup apa yang terjadi? Allah memberitahukan bahwa:
1. Setiap umat bertekuk lutut menghadap pengadilan maha adil, untuk mempertanggungjawab kan apa-apa yang tertulis dalam buku catatan malaikat masing-masing, dan menerima putusan nasib baik atau buruk (QS.45:28).
2. Yang menerima catatan dengan tangan kanan pertanda golongan baik (QS 69:19) dan yang menerima dengan tangan kira pertanda masuk golongan buruk (QS 69:25).
3. Tak satupun perbuatan atau tingkah laku selama di dunia dapat disembunyikan di hadapan mahkamah maha adil ini (QS.69:18).
4. Orang orang yang masuk surga, penjaga malaikat membukakan pintu dan memberi salam dan mengatakan nikmatilah dan kekallah di dalam surga ini (QS.39:73).
5. Orang orang yang tidak mengikuti perintah-perintah Allah, dihalau ke neraka, dan dikatakan penjaga-penjaga, “Tetaplah kamu di sana karena dosa-dosamu yang kamu perbuat di dunia.”(QS39: 72)
6. Qur’an memberitahukan bagaimana tersiksa isi neraka dengan buah-buahan panas dan berduri, minum air mendidih, dan kotor, duduk di atas api yang menyala, setiap kulit terbakar dan terkupas diganti dengan kulit yang lain (QS4:56), (QS.74:29).

Demikianlah mengenai maut di akhir perjalanan hidup manusia. Bila hendak mengikuti travel atau Tour di bumi menuju surga, dengan hidup bahagia, sejahtera, damai, dan harmonis maka ikutilah petunjuk-petunjuk yang diberikan Allah.

Sebaliknya, bila hendak ikut tour di bumi dengan jurusan neraka, yang hidup susah, sengsara, miskin, khawatir terus menerus, ikutilah ajakan setan. Manusia tinggal pilih satu di antara dua. Semoga pilihan kita adalah jalan menuju surga yang dibimbing Allah swt, dan dimasukkanlah kita ke golongan orang orang yang pandai bersyukur. Amin yaa Rabbal alamin.

Yaa Allah yaa Tuhan kami Yang Maha tahu dan Maha Penyayang, ampunilah dosa dosa kami yang kecil,besar sengaja atau tidak sengaja, kelemahan kami, kelalaian kami dan kesombongan kami selama ini yaa Allah Yang Maha pengampun, kalau bukanlah kepada Engkau kami bermohon kepada siapa lagi , Engkau lah Raja di Raja di bumi ini , Engkaulah yang yang menggenggam kehidupan kami, ampunilah yaa Allah kami takut akan azab mu yang pedih yaa Allah. Yaa Allah yaa Tuhan kami bimbinglah kami kejalan yang Engkau ridhoi, agar hidup kami ini bermanfaat untuk umat dan agama Mu yaa Allah, jadikanlah sisa sisa hidup kami ini yaa Allah, agar kami dapat berkerja untuk Mu dengan sebaik baiknya, amin yaa Rabbal alamin

Demikian, terimakasih, semoga adamanfaatnya, sekiranya ada yang benar itu adalah milik Allah swt. ikutilah, dan kalau salah datang dari kami yang lemah mohom dimaafkan dan ditegur.

Wassalamu’alaikum wr wb.
Menuju masarakat yang bermanfaat didunia berarti di akhirat. Berzikir, pikir dan ikhtiar
Keep your hands busy with works; keep your mouth busy with remembrance of Allah and leave inheritance as much as possible. abdul latif

Rabu, Januari 23, 2008

KEWIRAUSAHAAN

Kompetensi Dasar


Mempersiapkan diri sebagai wirausahawan sehingga berperan

dalam perekonomian nasional

A. Pengertian

Wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali prodsuk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasi dan memasarkannya.

B. Ciri-ciri Wirausaha

Ciri-ciri wirausaha antara lain sebagai berikut :

1. Berjiwa keras dalam bekerja

2. Mandiri

3. Cerdas dalam menciptakan dan meraih peluang bisnis

4. Jujur, hemat dan disiplin

5. Mampu berfikir dan bertindak bijak

6. Tangguh dan berani mengambil resiko

7. Kreatif dan produkstif

8. Inovatif

9. Berperilaku antisipatif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap lingkungan

10. Bersifat melayani pelanggan untuk memuhi kepuasannya.

C. Prasyarat Wirausaha

Untuk menjadi seorang wirausaha ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi antara lain :

1. Memiliki kemampuan modal yang kuat untuk berkarya dengan semangat kemandirian.

2. Mampu memecahkan masalah dalam amengambil keputusan

3. Memiliki keberanian mengambil resiko

4. Mempunyai keingan yang kuat untuk belajar, dan bertindak inovatif kreatif.

5. Bekerja keras, tekun dan teliti dan tidak pernah merasa puas

6. Mampu menghasilkan karya baru yang berlandaskan etika bisnis yang sehat.

D. Bidang-bidang kewirausahaan

1. Sektor Formal

Sektor formal adalah laapangan usaha yang secara sah terdaftar dan mendapat izin dari pejabat berwenang. Kegiatannya terhimpun dalam bentuk badan usaha seperti BUMN, BUMS atau koperasi.

Ciri-ciri sektor formal :

  1. adanya izin mendirikan usaha dari pemerntah
  2. modal yang dibutuhkan relatif besar
  3. kewajiban membayar pajak
  4. perolehan laba relatif besar
  5. kegiatan usaha lebih banyak terpusat dikota-kota

Contoh usaha sektor ekonomi formal antara lain :

1. Perbankan

2. Transportasi

3. Retail

4. Distrikbusi

5. Komunikasi

6. Properti

2. Sektor informal

Sektor informal yaitu sektor ekonomi yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan pada umumnya tidak memiliki izin.

Ciri-ciri sektor informal :

  1. tidak memiliki izin usaha
  2. modal yang diperlukan relatif kecil
  3. peralatan yang digumakan sederhana
  4. tidak terkena pungutn pajak
  5. pengadministrasian sangat sederhana

Contoh usaha sektor ekonomi informal : warung makan, pedagang kaki lima, salon kecantikan, biro jasa pengetikan.

Sabtu, Januari 19, 2008

KREDIT

Menunut Undang-undang perbankan No. 7 tahun 1992, Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain, yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan, atau pembagian hasil keuntungan. Kredit mem­punyai unsur-unsur yang harus disepakati oleh pihak yang terlibat dalam kredit tersebut. Berikut ini kita akan membahas unsur-unsur, tujuan, fungsi, syarat-syarat, jenis-jenis, dan kebaikan serta keburukan kredit.

1. Unsur-unsur Kredit

Kredit diberikan oleh orang atau lembaga yang didasarkan atas unsur meliputi unsur pertimbangan yang meliputi kepercayaan, waktu, risiko, dan prestasi.

a. Kepercayaan

Kepercayaan artinya adanya keyakinan dan si pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan baik berupa uang, barang, atau jasa akan diterimanya kembali dalam jangka waktu yang telah disepakati.

b. Waktu

Pemberian dan penerimaan kembali kredit meliputi kurun waktu tertentu.

c. Risiko

Pemberian kredit mengandung risiko karena nilai uang sekarang berbeda dengan nilai yang akan datang akibat dari adanya jangka waktu pemberian dan pengembalian kredit.

d. Prestasi

Prestasi merupakan imbalan dan pemberian pinjaman uang, barang atau jasa dalam kehidupan yang menggunakan uang. Dalam perekonomian, pengukuran prestasi dilakukan dengan menggunakan uang.


2. Tujuan Kredit

Tujuan pemberian kredit pada umumnya adalah mencari keuntungan berbentuk imbalan atau bagi hasil. Tetapi untuk negara kita, tujuan utama pemberian kredit adalah peningkatan kesejahtenaan masyarakat.

Tujuan pemberian kredit dapat dibedakan atas kepentingan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

a. Pemerintah

Pemberian kredit harus sesuai dengan kebijakan moneter, selektif, dan diarahkan pada sektor-sektor yang diprionitaskan dalam pembangunan.

b. Masyarakat

Pemberian kredit bertujuan agar masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhannya yang berupa barang atau jasa.

c. Dunia Usaha

Pemberian kredit dimaksudkan agan kegairahan berusaha meningkat dan sekaligus meningkat pula jumlah barang yang diproduksi yang pada gilirannya akan meningkatkan laba usaha.

3. Fungsi Kredit

Fungsi (peranan) kredit dalarn perekonomian adalah sebagai sarana bagi peningkatan daya guna barang dan uang, lalu lintas pembayaran, mendorong kegairahan berusaha, sarana pemenataan pendapatan, dan sebagai alat stabilitas moneter serta pendorong hubungan internasional.

a. Meningkatkan Daya Guna Barang

Pemberian kredit dapat meningkatkan daya guna barang dengan jalan:

1) Para pengusaha dapat memproduksi barang dan bahan baku menjadi barang siap pakai, dengan meminjam uang dan lembaga keuangan;

2) Para pengusaha dapat menjual barang dengan cara kredit sehingga barang menjadi lebih mudah sampai ke tangan konsumen.

b. Meningkatkan Daya Guna Uang

Daya guna uang dapat ditingkatkan dengan cara para pemilik uang atau modal meminjamkan uangnya kepada pengusaha yang kekurangan modal melalui lembaga keuangan.

c. Meningkatkan Peredaran dan Lalu Lintas

Peredaran dan lalu lintas uang dapat terlaksana jika kredit disalurkan melalui rekening giro bank, karena rekening giro dapat menimbulkan uang ginal.

d. Alat Stabilitas Moneter

Stabilitas moneter dapat terlaksana dengan pemberian kredit yang selektif, terarah dan berdasarkan prioritas, sehingga jumlah uang beredar dapat diatur melalui politik tingkat bunga dan rasio kas bank.

e. Meningkatkan Kegairahan Berusaha

Perusahaan yang memperoleh kredit dan bank dapat meningkatkan usahanya dan pada gilirannya meningkatkan produktivitas, dan akhirnya meningkatkan laba.

f. Sarana Pemerataan Pendapatan

Peningkatan kesempatan berusaha dengan penambahan proyek-proyek baru yang berasal dan kredit akan membutuhkan tambahan tenaga kerja. Secara tidak Iangsung kredit menyebabkan semakin banyak tenaga kerja yang memperoleh pendapatan. Di samping itu, Para penabung akan memperoleh bunga atas tabungannya.

g. Memperluas Hubungan Internasional

Negara maju cenderung mempunyai tabungan yang tinggi dengan demikian dapat memberi pinjaman kepada negara-negara yang sedang berkembang. Selain itu, Para pengusaha di negara maju dapat bekerja sama dengan negara sedang berkembang dengan memberi kredit dan hal ini akan meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi.

4. Syarat-syarat Kredit

Pemberian kredit kepada orang atau perusahaan yang memerlukannya harus mempertimbangkan hal-hal yang dikenal dengan istilah 5C.

a. Karakter

Karakter (character) adalah sifat dan tingkah laku pemohon dalam kehidupan berusaha. Pemberi kredit perlu meneliti kebiasaan dan kepribadian pemohon. Dalam kata lain, pemohon dipercaya dapat meme­nuhi kewajibannya.

b. Kemampuan

Kemampuan (capability) pemohon dalam mengembalikan kredit tepat waktu harus diperhatikan oleh pemberi kredit dengan memperhatikan jenis usaha dan kemampuan memperoleh laba (diukur dari laporan ke­uangan).

c. Modal

Modal (capital) yang dimiliki perusahaan yang berasal dari pinjaman bank dapat mendorong perkembangan usaha. OIeh karena itu kredit berfungsi meningkatkan usaha.

d. Jaminan

Jaminan (collateral) adalah harta tetap atau surat-surat berharga yang dapat digunakan untuk menjamin kredit yang diterima.

e. Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi (condition of economic) yang akan datang harus menggambarkan keadaan yang cerah, misalnya tingkat inflasi yang terkendali sehingga nilai uang sekarang tidak berbeda jauh dengan nilai uang pada masa yang akan datang.

5. Jenis Kredit

Kredit disediakan oleh bank kepada orang dan lembaga yang memerIukannya. Terdapat banyak jenis kredit, yang dikelompokkan sebagai berikut.

a. Kredit Menurut Tujuan Pemakaian

Berdasarkan tujuan pemakaiannya kredit dikeIompokkan menjadi kredit konsumtif dan produktif.

1) Kredit Konsumtif

Kredit konsumtif adalah kredit yang digunakan oleh konsumen untuk tujuan konsumtif, misalnya kredit pembelian kendaraan bermotor.

2) Kredit Produktif

Kredit produktif adalah kredit yang digunakan untuk meningkatkan usaha, misalnya pembelian mesin-mesin pabrik.

b. Kredit Menurut Waktu

1) Kredit Jangka Pendek

Kredit janqka pendek adalah kredit yang jangka pengembahannya kurang dari satu tahun.

2) Kredit Jangka Menengah

Kredit jangka menengah adalah kredit yang jangka pengembaliannya antara satu sampai tiga tahun.

3) Kredit Jangka Panjang

Kredit jangka panjang adalah kredit dengan jangka pengembaliannya lebih dari tiga tahun.

c. Kredit Berdasarkan Jaminan

1) Kredit Tanpa Jaminan

Kredit tanpa jaminan adalah kredit yang didasarkan pada “kepercayaan” saja, (kredit ini dilarang di Indonesia berdasarkan Undang-undang Bank No. 7 Tahun 1992).

2) Kredit Dengan Jaminan

Kredit dengan jaminan adalah kredit yang diberikan dengan jaminan barang tetap atau tidak tetap, misalnya jaminan obligasi atau surat berharga lainnya.

d. Kredit Berdasarkan Sumber

1) Kredit Dalam Negeri

Kredit dalam negeri adalah kredit yang sumber dan pemakainya berasal dan dalam negeri.

2) Kredit Luar Negeri

Kredit luar negeri adalah kredit yang berasaI dan luar negeri untuk pemakai kredit dalam negeri.

e. Kredit Berdasarkan Subjek

1) Kredit Penjual

Kredit penjual adalah kredit yang diberikan penjual kepada pembeli dengan cara menyerahkan barang terlebih dahulu, pembayaran diterima kemudian.

2) Kredit Pembeli

Kredit pembeli adalah kredit yang diberikan oleh pembeli kepada penjual dengan cara pembayaran Iebih dahulu, barang diserahkan kemudian. Istilah kredit pembeli sekarang ini Iebih dikenal dengan sistem prabayar.

3) Kredit Perbankan

Kredit penbankan adalah kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah atau pelanggan.

4) Kredit Pemerintah

Kredit pemerintah adalah kredit yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya atau jajaran di bawahnya.

5) Kredit Luar Negeri

Kredit luar negeri adalah kredit yang berasal dari luar negeri (pemerintah atau swasta) dalam rangka kerja sama antar pemerintah atau swasta.

6. Kebaikan dan Keburukan Kredit

Kredit yang diberikan kepada perorangan atau lembaga yang memerlukannya mempunyai dampak yang positif dan negatif dalam masyarakat.

a. Kebaikan Kredit

1) Meningkatkan Produktivitas Modal

Pernilik modal dapat meningkatkan produktivitas modal dengan memin jamkan uangnya kepada pengusaha yang mernerlukannya, sehingga produksi meningkat.

2) Memperlancar Transaksi Tukar-menukar

Dengan kredit tirnbul alat pembayaran baru berupa uang giral dan wesel sehingga pengusaha dapat memenuhi keperluannya menggu­nakan uang giral tersebut.

3) Meningkatkan Peredaran Barang

Barang yang diperjualbelikan dapat dibayar dengan uang giral atau dibeli secara kredit, sehingga jumlah barang yang diperjual belikan bertarnbah sehingga meningkatkan peredaran barang.

b. Keburukan Kredit

1) Hidup konsumtif, artinya orang terdorong untuk melakukan transaksi yang terjadi di luar batas kemampuan ekonominya dengan cara mernbeli secara kredit atau mencari pinjaman bank untuk membeli barang-barang konsurnsi.

2) Jumlah uang yang beredar bertambah (inflasi), antinya kredit akan memperbesar jumlah uang yang beredar dalam masyarakat yang berakibat harga-harga naik (nilai uang turun).

3) Spekulasi, artinya dengan mengharapkan untung yang besar pengusaha membeli atau memperbesar usaha dengan cara meminjam. Akibat buruk akan terjadi bila perusahaan tennyata mengalami kerugian. Perusahaan tidak maMpu lagi melunasi segala kewajibannya

waktu itu pedang